Info Honorer, Info PPPK, Info GTT PTT.

Senin, 26 Februari 2018

Alhamdulillah, Guru Honorer Jember Bisa Digaji Lebih dari Rp 1 Juta

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa aspirasi DPRD Jember, Jawa Timur, untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru honorer atau guru tidak tetap (GTT) tahun ini sudah tercapai dalam kesepakatan antara Bupati Faida dengan pimpinan Dewan dan disaksikan perwakilan Pemerintah Provinsi dan Komisi A DPRD Provinsi pekan lalu. Kini tinggal Pemerintah Kabupaten Jember merealisasikannya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim Miftahul Ulum mengatakan, kesepakatan peningkatan kesejahteraan GTT itu sudah tertulis di notulensi rapat. "Nominal maksimalnya Rp 1,4 juta per orang," katanya. Pertemuan tersebut merupakan mediasi penyelesaian Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang menjadi dasar pembahasan APBD 2018. Hingga saat ini Kabupaten Jember satu-satunya kabupaten yang belum memiliki APBD 2018 di Jatim.

Hal ini dibenarkan Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi, usai rapat paripurna penandatanganan bersama KUA-PPAS di gedung DPRD Jember, Senin (26/2/2018). "Perjuangan kami sudah maksimal. Dengan melihat masa pengabdiannya, guru honorer bisa mendapat insentif Rp 1,4 juta. Resumenya kami pegang. Berita acaranya (hasil pertemuan mediasi tersebut) ditandatangani bersama: pimpinan DPRD, bupati, Asisten I. Angka itu keluar (tertera) Rp 1,4 juta. Bagaimana caranya (agar GTT bisa memperoleh insentif sesuai kesepakatan) itu menjadi ranah kewenangan bupati," katanya.

Salah satu caranya, menurut Ayub, bisa melalui perubahan peraturan bupati soal pendidikan gratis. "Kalau dulu 15 persen (dari dana PPG yang diberikan ke sekolah diperuntukkan insentif guru honorer), bisa saja dinaikkan 40 persen. Yang penting nilainya bisa tembus Rp 1,4 juta untuk GTT untuk yang sudah mengabdi lama," katanya.

Hal ini, kata Ayub, diapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. "Ini karena insentif GTT provinsi hanya bisa Rp 800 ribu per bulan. Tapi Jember bisa Rp 1,4 juta. Semoga ke depan bisa terus bertambah, minimal sesuai upah minimum kabupaten. Kami akan perjuangkan terus," katanya.

Sementara itu, Bupati Faida mengatakan, insentif untuk GTT akan didasarkan data. "Problem kita bukan pada kurangnya anggaran, tapi tidak validnya data. Kita mau utamanya keadilan. Orang yang baru masuk dengan yang sudah 25 tahun jadi honorer tidak boleh sama. Kita sedang upayakan dengan gradasi honorer. Kalau kita hitung rata-rata 15 persen dana BOS plus 25 persen anggaran dari pendidikan gratis, kalau dibuat rata-rata dari data yang sudah diusulkan, kalau (GTT) SD bisa Rp 1,050 juta, kalau SMP Rp 1,2 juta," katanya.

"Masih ada anggaran Rp 6 miliar yang dianggarkan untuk GTT dan PTT (Pegawai Tidak Tetap) di Dinas Pendidikan Jember. Jadi jumlahnya sudah sangat besar," kata Faida, mengingatkan alokasi APBD Jember untuk pendidikan mencapai 31 persen.

Berita ini bersumber dari Berita Jatim.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Facebook Page

Pesan Sponsor

Statistik Blog