Info Honorer, Info PPPK, Info GTT PTT.

Sabtu, 10 Maret 2018

Guru Honorer di Kabupaten Tegal Mendapat Kenaikan Alokasi Tambahan Penghasilan

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa ribuan guru Wiyata Bakti (WB) yang mengabdi di sekolah negeri Kabupaten Tegal mendapat tambahan penghasilan (TP) sebesar Rp8 miliar. Anggaran itu berasal dari APBD II Kabupaten Tegal Tahun 2018.

"Untuk tahun ini ada kenaikan (TP) dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau tahun 2017, hanya sekitar Rp4 miliar, tapi sekarang menjadi Rp8 miliar," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tegal Suharmanto, kemarin.

Dia mengemukakan, jumlah guru WB di Kabupaten Tegal lebih dari 2000 orang. Mereka tersebar di sejumlah sekolah negeri dari SD hingga SMP. Rencananya, tambahan penghasilan ini akan dibagikan setiap enam bulan sekali atau persemester.

"Untuk mendapatkan tambahan penghasilan ini, syaratnya tidak terlalu sulit. Yang penting mereka guru dan sudah mengabdi di sekolah negeri," ujarnya.

Menurutnya, bantuan untuk tenaga pendidik, tidak hanya untuk guru WB. Pemkab Tegal juga mengalokasikan anggaran untuk guru-guru yang mengabdi di sekolah swasta. Jumlah anggarannya sama yakni sekitar Rp8 miliar. Anggaran itu berasal dari APBD II Kabupaten Tegal tahun 2018.

"Guru swasta dan guru Wiyata Bakti, semuanya dapat. Sudah ada anggarannya. Mungkin dalam waktu dekat ini, anggarannya digelontorkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal," ucapnya.

Sekretaris Dinas Dikbud Kabupaten Tegal H Ahmad Was'ari mengatakan, guru yang mendapatkan tambahan penghasilan itu, tidak hanya wiyata bakti dan guru yang mengabdi di sekolah swasta, melainkan juga guru-guru honorer kategori 2 (K2). Jumlah guru wiyata bakti dan K2 yang akan mendapatkan tambahan penghasilan itu sebanyak 2.664 orang. Setiap bulan, mereka akan mendapat tambahan sebesar Rp250 ribu.

"Kalau satu tahun berarti Rp 3 juta," sambungnya.

Dia menambahkan, guru swasta juga dianggarkan Rp8 miliar. Setiap bulan, mereka akan menerima bantuan hibah sekitar Rp200 ribu. Mereka merupakan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), FPTK, Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi), dan PGRI Cabang Khusus Kemenag.

"Kalau guru swasta, pengajuannya perlembaga," imbuhnya.

Ketua DPRD Kabupaten Tegal A. Firdaus Assyairozi membenarkan bahwa guru Wiyata Bakti dan guru swasta mendapatkan bantuan dari Pemkab Tegal. Dia berharap kepada para guru supaya bekerja lebih baik agar prestasi pendidikan di Kabupaten Tegal dapat meningkat.

"Guru harus mampu meningkatkan pedagogik, profesionalitas, kepribadiannya, dan sosialnya," harapnya.

Berita ini bersumber dari Radar Tegal.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Facebook Page

Pesan Sponsor

Statistik Blog