Info Honorer, Info PPPK, Info GTT PTT.

Kamis, 21 Juni 2018

Belum Semua Honorer Bojonegoro Memiliki SK Tugas

Sahabat pembaca Info Honorer, sudah tahukah anda bahwa jumlah guru honorer yang memiliki surat penugasan bupati terbatas. masih banyak guru honorer yang belum memiliki surat penugasan. Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Hanafi menjelaskan, jumlah honorer yang memiliki surat penugasan mencapai 2.800 orang. Sedangkan pegawai tidak tetap (PTT) mencapai 830 orang. Sisanya belum mendapatkan surat penugasan.

Mereka yang tidak mendapatkan surat penugasan karena memang belum layak. “Karena masa kerja dan belum sarjana. Kita memang membatasi yang sarjana yang memperoleh surat penugasan,” jelas dia.

Hanafi menjelaskan, selain itu para honorer yang belum menerima surat penugasan itu juga karena belum memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK). Sehingga, mereka belum bisa menerima surat penugasan itu. Namun, lanjut dia, setiap jumlah guru yang memiliki SK penugasan akan ditambah. Sebab, setiap tahun ada yang mengurus NUPTK. “Selain itu masa kerja untuk kepengurusan NUPTK nantinya juga akan berpengaruh,” jelasnya.

Hanafi menjelaskan, surat penugasan itu tidak berkaitan dengan tunjangan atau sejenisnya. Namun, hanya bisa digunakan sebagai dasar sekolah untuk memberikan honor dari BOS. “Itu tidak berkaitan dengan tunjangan. Sebab, tunjangan sudah ada jauh sebelum ada surat penugasan,” jelasnya.

Terbaru, honorer yang memiliki surat penugasan itu akan didaftarkan BPJS.  Nantinya yang akan didaftarkan BPJS adalah honorer yang ada dibawah naungan Disdik Bojonegoro. Mulai TK, SD, dan SMP. Baik yang K2 maupun non K2.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkab membutuhkan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar. Itu dibutuhkan selama satu tahun anggaran. Menurut Hanafi, besaran tersebut tidaklah banyak. Jauh lebih besar anggaran yang disediakan untuk tunjangan kinerja yang mencapai Rp 50 miliar. “Saya kira bisa. Tapi mungkin itu baru terealisasi tahun depan,” jelasnya.

Hanafi menjelaskan, jumlah honorer di Bojonegoro mencapai 3.600 orang. Namun, tidak semuanya bisa didaftarkan BPJS. Mereka yang akan didaftarkan adalah yang memiliki surat penugasan dari bupati. “Jadi, yang punya surat penugasan itu saya yang akan didaftarkan,” jelas Hanafi.

Berita ini bersumber dari Radar Bojonegoro.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Facebook Page

Pesan Sponsor

Statistik Blog